hai teman teman ini adalah contoh pembelajaran problem solving ^^
Munculnya teori
belajar Problem Solving didasari oleh teori konstruktivisme yang berprinsip
bahwa siswa harus membangun pengetahuannya sendiri, agar pembelajaran yang
dialaminya bermakna. Seorang matematikawan bernama George Polya tertarik
terhadap teori ini dan Polya banyak membahasa mengenai Problem
solving, maka dari itu Polya disebut sebagai Bapak Problem solving. George
Polya lahir pada tahun 1887 dan berkarir dalam dunia
pendidikan, pada 1945 ia menerbitkan buku How To solve Ityang
ditulis dalam bahasa Jerman. Setelah mencoba menawarkan ke berbagai penerbit
akhirnya buku tersebut dialih bahasakan ke dalam bahasa Inggris sebelum
diterbitkan oleh Princeton. Buku ini ternyata menjadi buku best seller yang
terjual lebih dari 1 juta copy dan kelak dialihbahasakan ke dalam 17 bahasa.
Dalam teks ini
dia mengidentifikasi empat prinsip dasar problem solving. Riset
mendasar yang dilakukan pada bidang analisis kompleks, fisika matematikal,
teori probabilitas, geometri dan kombinatorik banyak memberi sumbangsih bagi
perkembangan matematika.
Polya memutuskan untuk
menulis buku tentang problem-problem dalam analisis, maka dia meminta bantuan
Szego seorang peneliti muda yang tertarik membuktikan praduga Polya yang
dijadikan karya publikasi perdananya dan hampir selama dua tahun mereka bekerja
bersama.
Polya meninggal dunia pada tahun 1985. Di masa tuanya Ia terus mengarang
buku, yaitu tentang Problem Solving. Buku Mathematics and plausible
reasoning terbit pada tahun 1954 disusul buku Mathematical discovery yang
tediri dari dua jilid terbit pada tahun 1962 dan 1965. Pada tahun 1951, Polya
pensiun dari Universitas Stanford namun waktu-waktu luangnya tetap dicurahkan
untuk mengembangkan pendidikan matematika. Polya diangkat oleh Stanford sebagai
Profesor Emeritus pada tahun 1977 menjelang ulang tahun ke-90, meskipun masih
aktif mengajar di Departemen komputer di Stanford. Polya memperoleh banyak
penghargaan dari lembaga di berbagai negara seperi Hungarian Academy, London
Mathematical Society, Swiss Mathematical Society, American Acedemy of Arts and
Sciences, Academie des Sciences adalah beberapa beberapa diantaranya.
Menurut
Polya untuk memecahkan suatu masalah dalam matematika diperlukan empat tahap,
yaitu:
Mengerti
masalah.
Apabila
kita tidak mengerti soal tersebut, maka kita tidak akan dapat menyelesaikannya.
Jadi memahami masalah atau soal yang ditanyakan merupakan hal yang sangat
penting. Kita diharuskan membaca soal dengan pelan dan hati-hati dalam memahami
informasi yang terdapat dalam soal tersebut.
Membuat
rencana penyelesaian.
Ada
banyak strategi yang berbeda dalam menyelesaikan masalah. Dalam membuat rencana
penyelesaian, pikirkan tentang informasi apa yang telah kamu ketahui, informasi
apa yang akan kamu cari, dan bagaimana kamu menghubungkan informasi-informasi
tersebut.
Berikut ini macam-macam
strategi dalam merumuskan rencana penyelesaian:
a. Menebak dan menguji.
b. Menggunakan
variabel, misalnya x
c. Membuat diagram atau
gambar.
d. Melihat pola.
e. Menyelesaikan
masalah yang lebih sederhana.
f. Membuat daftar atau
tabel.
3. Melaksanakan
rencana.
Merumuskan rencana dan
kemudian melaksanakan rencana tersebut bukanlah hal yang mudah. Dalam tahap ini
dibutuhkan pengetahuan, mental yang baik, konsentrasi, dan masih banyak hal
yang lain. Oleh karena itu maka kita harus telaten dalam melaksanakan tahap
ini.
4. Menelaah kembali.
Ketika siswa telah
menemukan solusi dari masalah atau soal yang dihadapi kemudian menuliskannya
beserta informasi-informasi yang ia peroleh maka hal terakhir yang harus
dilakukan adalah menelaah kembali solusi tersebut. Dengan menelaah kembali maka
siswa dapat mengetahui apakah penyelesaian tersebut sudah benar dan memenuhi
syarat, apakah ada penyelesaian yang lebih mudah, dan apakah penyelesaian
tersebut dapat digeneralisasikan pada kasus yang lebih umum..
Video Pembelajaran Matematika k13 Discovery Learning
Model Discovery Learning mengarahkan siswa untuk dapat menemukan
sesuatu melalui proses pembelajaran yang dilakoninya. Siswa dilatih untuk
terbiasa menjadi seorang saintis (ilmuwan) (Siska,2015). Model pembelajaran Discovery
berusaha meletakkan dasar dan mengembangkan cara berpikir ilmiah,murid
ditempatkan sebagai subjek yang belajar, peranan guru dalammodel
pembelajaran Discovery adalah pembimbing belajar danfasilitator
belajar (Aini,2016). Bruner
berpendapat bahwa belajar merupakan faktor yang menentukan dalam pembelajaran
dibandingkan dengan perolehan khusus, yaitu metode penemuan (dicovery). Metode discovery
learning ini mendorong siswa untuk belajar sendiri secara mandiri.
Adapun tahap-tahap penerapan belajar penemuan adalah sebagai
berikut :
1)Stimulasi
Kegiatan belajar di mulai dengan
memberikan pertanyaan yang merangsang berpikir siswa, menganjurkan dan
mendorongnya untuk membaca buku dan aktivitas belajar lain yang mengarah pada
persiapan pemecahan masalah.
2)Problem
Statement (mengindentifikasi masalah)
Memberikan kesempatan kepada siswa
untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin masalah yang relevan dengan bahan
pelajaran kemudian memilih dan merumuskan dalam bentuk hipotesa (jawaban
sementara dari masalah tersebut).
3)Data
collection (pengumpulan data)
Memberikan kesempatan kepada para
siswa untuk mengumpulkan informasi yang relevan sebanyak-banyaknya untuk
membuktikan benar atau tidaknya hipotesa tersebut.
4)Data
prosessing (pengolahan data)
Yakni mengolah data yang telah
diperoleh siswa melalui kegiatan wawancara, observasi dll. Kemudian data
tersebut ditafsirkan.
5)Verifikasi
Mengadakan pemerksaan secara cermat
untuk membuktikan benar tidaknya hipotesis yang ditetapkan dan dihubungkan
dengan hasil dan processing.
6)Generalisasi
Mengadakan
penarikan kesimpulan untuk dijadikan prinsip umum dan berlaku untuk semua
kejadian atau masalah yang sama dengan memperhatikan hasil verivikasi.
Dapat
disimpulkan bahwa model discovery learning yaitu model pembelajaran penemuan
yang mengarahkan peserta didik untuk belajar sendiri secara mandiri melatih
berfikir secara ilmiah sehingga terbiasa untuk menjadi seorang saintis.
hai teman-teman ini adalah contoh model pembelajaran discovery learning materi luas permukaan kubus dan balok berikut beserta RRPnya. ^^
RENCANA PELAKSAAN
PEMBELAJARAN
(RPP)
Nama Sekolah : SMP Negeri 33 Palembang
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas/Semester : VIII/2
Materi Pokok : Bangun Ruang Sisi Datar
Alokasi Waktu : 10 menit
Kompetensi
Inti
Menghargai dan menghayati ajaran agama yang
dianutnya.
Menghargai dan menghayati perilaku jujur,
disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong ), santun,
percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial
dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaanya.
Memahami dan menerapkan pengetahuan (faktual,
konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu
pengetahuan, teknologi, seni dan budaya terkait fenomena dan kejadian
tampak mata.
Mengolah, menyaji, dan menalar dalam ranah
konkret ( menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat )
dan ranah abstrak ( menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan
mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang
sama dalam sudut pandang/teori.
Kompetensi
Dasar
1.Menghargai dan menghayati ajaran agama
yang dianutnya.
2.1 Menunjukkan sikap
logis, kritis, analitik, konsisten dan teliti, bertanggung jawab, responsif,
dan tidak mudah menyerah dalam memecahkan masalah
2.2 Memiliki rasa
ingin tahu, percaya diri, dan ketertarikan pada matematika serta memilii rasa
percaya pada daya dan kegunaan matematika yang terbentuk melalui pengalaman
belajar.
3.9 Menentukan luas
permukaan dan volume kubus, balok, prisma, dan limas.
Menentukan luas permukaan kubus dan
balok
Indikator
1.Memahami rumus luas permukaan kubus dan
balok.
2.Menghitung luas permukaan kubus dan
balok.
Tujuan
pembelajaran
1.Jika diberikan gambar kubus atau balok ,
siswa dapat menuliskan kembali rumus umum luas permukaan kubus dan balok dengan
tepat.
2.Jika diberikan gambar beserta ukuran
kubus atau balok, siswa dapat menghitung luas permukaan kubus dan balok.
Materi
pembelajaran
Materi pokok : Bangun ruang sisi datar
Materi prasyarat : Bangun datar
Jika suatu kotak roti yang berbentuk
balok diiris pada tiga buah rusuk alasnya dan atasnya, serta satu buah rusuk
tegaknya, kemudian direbahkan sehingga menjadi bangun datar, maka bangun datar
itu dinamakan jaring-jaring balok.
Demikian juga pada kotak kue yang
berbentuk kubus, apabila diiris pada rusuk-rusuk tertentu dan direbahkan pada
bangun datar, maka bangun datar itu dinamakan jaring-jaring kubus.
Luas permukaan kubus
Luas permukaan balok
Metode
pembelajaran
Pendekatan pembelajaran : Student center learning
Metode pembelajaran :
Diskusi, tanya jawab, dan ceramah
Model
pembelajaran
Model pembelajaran : Discovery learning
Media,
alat, sumber pembelajaran
1.Lembar kerja siswa (LKS)
2.Alat peraga
3.Buku matematika
Kegiatan
pembelajaran
Kegiatan
Deskripsi Kegiatan
Alokasi Waktu
Pendahuluan
Guru
membuka pelajaran dengan mengucapkan salam
Guru
memulai pembelajaran dengan do’a
Guru
menyampaikan tujuan dan materi yang akan dipelajari
1 menit
Inti
Guru
mengingatkan kembali tentang mencari luas bangun datar.
Guru
membagi siswa menjadi beberapa kelompok, kelompok yang membahas kubus
dan kelompok yang membahas balok.
Guru
membagikan LKS untuk menguji pemahaman siswa.
Guru
meminta setiap perwakilan kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusi
di depan kelas.
Guru
membimbing dan memberi kesimpulan dari hasil kerja siswa.
8 menit
Penutupan
Guru
memberikan tugas rumah
Guru
menyampaikan materi berikutnya.
Guru
mengucapkan salam untuk mengakhiri pembelajaran.
1 menit
Penilaian
No
Aspek yang dinilai
Teknik penilaian
Waktu penilaian
1.
Sikap
Terlibat aktif dalam kegiatan pembelajaran yang dilakukan.
Bekerja sama dalam kegiatan kelompok.
Toleran terhadap proses pemecahan masalah yanag berbeda dan
kreatif
Peduli dalam kegiatan pembelajaran.
Disiplin selama proses pembelajaran.
Jujur dalam menjawab permasalahan yang diberikan.
Tanggung jawab dalam menyelesaikan tugas.
Observasi
Selama pembelajaran
dan saat diskusi
2.
Pengetahuan
Menyelesaikan soal
yang relavan.
Penugasan
Penyelesaian
kelompok
3.
Keterampilan
Tampil menerapkan
konsep dan strategi pemecahan masalah yang relavan yang berkaitan dengan luas
permukaan kubus dan balok.
Penilaian untuk
kerja
Penyelesaian
individu
Instrumen Penilaian Hasil
Belajar
1.Penilaian sikap : observasi
2.Penilaian pengetahuan : penugasan
3.Penilaian ketrampilan : tes untuk kerja
Mengetahui
Pelembang, 07 Desember 2016
Dosen pembimbing
Dr. Ely
Susanti, S.Pd, M.Pd
1.Instrumen penilaian sikap
PENILAIAN SIKAP
Mata Pelajaran :
Matematika
Kelas/Semester :
VIII / 2
Materi :
Luas permukaan kubus dan
balok
Waktu Pengamatan :
Saat proses pembelajaran
Petunjuk:
1.Fokus sikap siswa yang dikembangkan atau
ditumbuhkan dalam proses pembelajaran pertemuan ini adalah teliti, tanggung
jawab, dan memiliki rasa ingin tahudalam mengerjakan tugas yang
diberikan.
2.Kriteria
perkembangan sikap Teliti:
Sangat baik jika dalam
mengerjakan soal sudah
tidak mengalami kesalahan lagi
Baik jika dalammengerjakan soal mengalami kesalahan pada salah satu
permasalahan
Cukup jika dalam mengerjakan soal mengalami
2 buah kesalahan pada permasalahan yang ada di soal
Kurang jika dalam
mengerjakan soal mengalami 3 buah kesalahan pada permasalahan yang diberikan
3.Kriteria
perkembangan sikap Ingin Tahu:
Sangat baik jika dalam proses pembelajaran bertanya
mengenai materi sebanyak 3 kali
Baik jika dalam proses pembelajaran bertanya
mengenai materi sebanyak 2 kali
Cukup jika dalam proses pembelajaran bertanya mengenai
materi sebanyak 1 kali
Kurang jika dalam proses pembelajaran tidak
bertanya sama sekali
4.Tuliskan tanda V pada kolom-kolom sesuai
hasil pengamatan.
No
Nama
Teliti
Rasa
Ingin Tahu
SB
B
C
K
SB
B
C
K
1.
Arif Miswanto
2.
Ridho ratu berlian
3.
Resti Indah Kusuma
4.
Reno Sutriono
5.
Sri febriani
6.
Wahyu adi negara
SB =
sangat baik B = baik C = Cukup
K = kurang baik